Dalam Bayangmu - Chapter Final
~~~ Ketika tidak ada lagi yang kau hebatkan dari diriku. Ingatlah! Aku yang mampu bertahan saat kau sakiti, anggaplah itu sebuah kehebatan. *** "Mas.. Mas, bangun, mas! " Adrian terbangun dari tidurnya, ia merasakan bahunya diguncang oleh seseorang. Matanya mengerjap. "Udah sampai Bogor ini, mas." ucap pemuda yang tadi membangunkan Adrian. "Makasih, mas." ucap Adrian sambil tersenyum ke arah pemuda--yang mungkin seumuran dengannya itu. "Sama-sama, mas. Mari saya turun duluan." pemuda itu mengangguk sambil tersenyu ramah, lalu pergi melangkah keluar sambil menggendong tas ranselnya. Adrian mengucek matanya, diregangkan tubuhnya yang serasa kaku. Ia melirik jam dipergelangan tangan kirinya. "Jam 11 malam." Ucapnya pelan. Setelah memastikan tak ada barang yang tertinggal, Adrian melangkahkan kakinya keluar gerbong kereta. Dinginnya udara malam membuatnya merapatkan jaket yang dikenakannya. Adrian merogoh h...