Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Dalam Bayangmu - Chapter 3

Gambar
Baca chapter 2, disini Chapter 3 ~~~ I'm here without you, baby But you're still on my lonely mind I think about you, baby And I dream about you all the time I'm here without you, baby 21:22 “Sesaat lagi kereta akan tiba di stasiun Depok.” Aku terbangun dari tidur, terjaga dari mimpi yang selalu menghantui malam-malam belakangan ini. Menatap malas seisi gerbong. "Mimpi yang sama lagi.    ***   Ada saatnya hubungan kita akan dihadapkan pada masa-masa sulit. Saat kamu atau aku terlalu sibuk bekarja, saat itu juga cemburu dan curiga mulai ada diantara kita. Melemahkan kepercayaan yang sudah kita bangun bersama. “Hey, sayang! Jadi, nanti aku jemput jam berapa?” Sapaku lewat whatsapp, sabtu pagi. Hanya seminggu sekali kita bertemu. Satu hari bagiku sudah cukup unuk mengobati rasa rindu ini.  “Terserah.” “Kok terserah sih?” “Ya terserah. Aku tuh cape tau seminggu kerja. Terserah kamu jemput jam berapa aja. Ya...

Dalam Bayangmu - Chapter 2

Gambar
Baca chapter 1, disini Chapter 2 ~~~ Melihat tawamu Mendengar senandungmu Terlihat jelas di mataku Warna-warna indahmu             Astra Dewi.             Nama yang indah bukan? Seindah sosok yang memiliki nama itu. Bagiku, dia sempurna. Tiada cela. Wajahnya rupawan. Senyumnya juga menawan.             Ah, Astra. Siapa yang tak tergoda memilikimu? Aku?! Cuma pegawai kantoran biasa jauh dari kata luar biasa. Tidak istimewa. Aku yang tak rupawan ini. Bisa mendapatkanmu yang bagai bidadari. Aku yang tak punya apa-apa. Selain perasaan tulus yang menyayangimu, yang ingin selalu melihat senyum terbaikmu. Pertemuan kita juga sangat tidak terduga. Bertemu disebuah gerai makanan cepat saji. Saat itu kamu hendak membayar tapi lupa membawa dompet. Aku yang kebetulan berdiri dibelakangmu dengan ...

Dalam Bayangmu - Chapter 1

Gambar
 Chapter 1 ~~~   I'm still alive but I'm barely breathing Just prayed to a God that I don't believe in 'Cause I got time while she got freedom 'Cause when a heart breaks, no, it don't break even                Malam itu di sebuah gerbong kereta yang sedang melaju. Seorang pemuda tampak sedang merenung. Matanya menatap kosong ke depan. Dia adalah Adrian Pratama, pemuda yang sedang patah hati. Ada gelisah diwajahnya yang tak bisa tertutupi meskipun dengan topi yang dikenakannya.             Perlahan air mata keluar dari kelopak matanya, ‘seorang lelaki harusnya tak mengeluarkan air mata,tapi kenapa aku bisa segampang ini meneteskan air mata,’ batinnya. Dia memejamkan mata, berusaha menahan air matanya agar tidak keluar.   Detik demi detik terus berlalu. Suara desau angin malam ditambah laju kereta bercampur dengan suara Danny O'Dono...