Dalam Bayangmu - Chapter 3



Baca chapter 2, disini



Chapter 3
~~~
I'm here without you, baby
But you're still on my lonely mind
I think about you, baby
And I dream about you all the time
I'm here without you, baby

21:22
“Sesaat lagi kereta akan tiba di stasiun Depok.”

Aku terbangun dari tidur, terjaga dari mimpi yang selalu menghantui malam-malam belakangan ini. Menatap malas seisi gerbong.

"Mimpi yang sama lagi. 
 ***
 
Ada saatnya hubungan kita akan dihadapkan pada masa-masa sulit. Saat kamu atau aku terlalu sibuk bekarja, saat itu juga cemburu dan curiga mulai ada diantara kita. Melemahkan kepercayaan yang sudah kita bangun bersama.

“Hey, sayang! Jadi, nanti aku jemput jam berapa?” Sapaku lewat whatsapp, sabtu pagi.

Hanya seminggu sekali kita bertemu. Satu hari bagiku sudah cukup unuk mengobati rasa rindu ini. 

“Terserah.”

“Kok terserah sih?”

“Ya terserah. Aku tuh cape tau seminggu kerja. Terserah kamu jemput jam berapa aja. Yang penting kita ketemu. Ribet amat sih.”

Ketehuilah, aku juga bekerja. Apa kamu lupa?

“Oke, nanti aku jemput seperti biasa.”

“Y.”

Kadang kamu begitu menyebalkan. Hanya membalas dengan satu huruf, “Y”. Namun semua itu menjadi penting bagiku.

Kita memang hanya bisa berkomunikasi menjelang istirahat melalui telepon atau whatsapp. Aku tahu kamu bekerja hingga larut malam. Dan aku juga sibuk dengan rutinitasku setiap hari.

Waktu seolah tak berpihak pada kita berdua. Padahal kita sudah sama-sama tau, bertemu adalah salah satu cara terbaik agar tidak tumbuh keraguan diantara kita.

Aku ingat saat sedang bersamamu, kamu tiba-tiba hilang mood.Membuatku cemas, membuatku bingung, membuatku memeras otak, bagaimana agar kamu senang lagi.Aku juga ingat. Saat kamu marah padaku karena kamu bangun kesiangan. Lalu seharian kamu mendiamkanku, seolah itu semua adalah kesalahanku.Kemudian kamu murka, tak lagi menghubungiku selama seminggu. Ah taukah kamu betapa aku juga marah, frustrasi.

Berkali-kali aku menjelaskan, hanya lelah yang aku dapatkan. Kamu kesal kepadaku. Namun, aku selalu ingat masa-masa kita berbahagia. Membuatku bertahan. Lagipula, kamu yang memintaku mempertahankanmu, kan?

***

“Aku cepe gini terus, Adrian. Aku cape.”

Kerja? Capek? Selalu itu alasanmu buatku.

“Kita break dulu ya, untuk saat ini. Aku cuma ingin sendiri.”

“Tapi, aku sayang kamu..."

“…”

“Kamu masih sayang kan sama aku?”

“Gak tau. Aku udah gak ada rasa sama kamu....”

Hatiku pedih sekali. Aku gak menyangka ini akan terjadi. Tak menyangka kamu akan setega ini. Setelah semua yang aku lakukan? Setelah kamu memintaku mempertahankanmu?

Katamu, aku adalah orang terbaik yang pernah kamu temukan dalam hidupmu. Sekarang, tak ada lagi.

***

To be continued~

 Disclaimer:
Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan nama tokoh, lokasi, dan jalan cerita yang banyak dramanya, tentu aja karena disengaja. Apabila ada kejadian yang dirasa sama, jangan tersinggung, bukan berarti saya sedang nyinyirin anda, bisa jadi nasib kita sama.
Hatur Tengkyu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mt.Gede 2.958 mdpl

Dalam Bayangmu - Chapter 4

Lapang Dada