Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Dalam Bayangmu - Chapter Final

Gambar
~~~ Ketika tidak ada lagi yang kau hebatkan dari diriku. Ingatlah! Aku yang mampu bertahan saat kau sakiti, anggaplah itu sebuah kehebatan. *** "Mas.. Mas, bangun, mas! " Adrian terbangun dari tidurnya, ia merasakan bahunya diguncang oleh seseorang. Matanya mengerjap. "Udah sampai Bogor ini, mas." ucap pemuda yang tadi membangunkan Adrian. "Makasih, mas." ucap Adrian sambil tersenyum ke arah pemuda--yang mungkin seumuran dengannya itu. "Sama-sama, mas. Mari saya turun duluan." pemuda itu mengangguk sambil tersenyu ramah, lalu pergi melangkah keluar sambil menggendong tas ranselnya. Adrian mengucek matanya, diregangkan tubuhnya yang serasa kaku. Ia melirik jam dipergelangan tangan kirinya. "Jam 11 malam." Ucapnya pelan. Setelah memastikan tak ada barang yang tertinggal, Adrian melangkahkan kakinya keluar gerbong kereta. Dinginnya udara malam membuatnya merapatkan jaket yang dikenakannya. Adrian merogoh h...

Dalam Bayangmu - Chapter 5

Gambar
Chapter 5 Cinta itu bukan hanya perkara kau dan aku bersama. Namun bagaimana cara menghargai sebuah rasa yang ada, menghargai setiap pertengkaran yang terjadi, menghargai akan karakter dari pasangan, menghargai segala perbedaan yang ada, dan mengerti bahwa kata "Putus" tidak bisa diucapkan lewat emosional tinggi dan keegoisan. ~~~ Kamu tahu gak, selepas aku tahu soal hubunganmu dengan laki-laki bernama Putra itu aku hanya bisa memendamnya sendiri. Gak, aku gak akan kasih tahu kamu. Karena aku yakin kamu pasti kembali. Tapi, Kenyataannya, sudah sebulan berlalu. Kamu dan ruang sendiri-mu, oh, mungkin lebih tepatnya, kamu dan selingkuhanmu, hidup berbahagia tanpa pernah sekalipun menoleh ke belakang. Menoleh kepadaku yang masih menunggumu. Mengharapkanmu. Jika aku mengembalikan pertanyaan ini ke kamu, aku sudah bisa menebak jawabannya. "Kamu kangen gak sama aku?" *** Kini ku tahu bila cinta tak bertumpu pada status Semua orang...

Dalam Bayangmu - Chapter 4

Gambar
Baca chapter 3, disini Chapter 4 Akan ada saat dimana kejenuhan mulai tumbuh dalam hubungan kita, disaat itu akan hadir sosok yang bisa membuatmu merasa nyaman, yang jika kau selami akan menghancurkan keindahan yang kita ciptakan bersama. ~~~                 Dahulu, kita pernah sama-sama menguatkan. Pernah sama-sama takut kehilangan. Kamu adalah seseorang yang kucintai dengan sangat. Sementara bagimu aku adalah seorang yang kamu inginkan berlama-lama denganmu.                 Namun kini seolah sedih dan sepi adalah teman sejalan. Aku sudah tidak bisa melihat sorot matamu yang mendamaikan. Hangatnya tubuhmu yang mampu mengusir segala sedih dan kesepian.                 Katamu, apapun yang terjadi, banyaknya cobaan yang kita hadapi, kamu m...